Cara Dasar Menganalisa Candlestick

candlestick

Ada sebagian trader yang hanya setia mengamati candlestick dengan timeframe sempit seperti M1 hingga M30, sehingga sering mengalami kesulitan membaca arah trend harian padahal ada timeframe yang lebih besar yaitu H1 hingga D1 plus W1 dan MN, jika terbiasa mengamati timeframe besar akan lebih mudah membaca arah trend. Bagi scalper, memang timeframe M1 hingga M30 sangat penting terutama untuk entry point agar diperoleh profit yang maksimal, namun mengetahui arah trend dengan timeframe besar lebih penting agar kita tidak salah OP. Sempitnya sudut pandang ini menyebabkan kebingungan trader dengan menanyakan: OP apa yang tepat hari ini, buy atau sell? Memang tidak mudah menjawabnya, namun jika kita terbiasa mengamati TF besar, pertanyaan itu lebih mudah dijawab. Lalu bagaimana cara menganalisa candlestick?

Sebelum menjawab bagaimana cara menganalisa candlestick harian, terlebih dahulu perlu memahami susunan dasar candlestick di setiap timeframe. Mungkin bagi trader  mahir sudah tidak perlu penjelasan ini, namun bagi trader baru masih perlu penjelasan. Berikut ini susunannya, chart diasumsikan menggunakan jenis candlestick:

Timeframe

Dari susunan diatas dapat dipahami bahwa misalkan 1 (satu) buah candlestick D1 saja, itu artinya terdiri dari 1440 candlestick M1 atau 288 candlestick M5 dan seterusnya. Deretan candle sebanyak itu jika dilihat di chart sudah pasti mengindikasikan suatu trend, lalu bagaimana jika candlestick M1 diakumulasikan dalam satu minggu, tentunya tidak akan cukup terlihat dalam satu layar di komputer kita meskipun kita zoom terkecil sekalipun, apalagi jika menggunakan smartphone. Dengan demikian jika kita hanya setia dengan timeframe kecil saja maka akan sulit memahami trend.

Setelah memahami dasar susunan candlestick diatas, selanjutnya untuk menganalisa candlestick harian perlu terlebih dahulu memahami OHLC harian. OHLC adalah singkatan dari Open High Low Close, dimana dalam 1 (satu) hari trading waktu server akan dicapai harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah dan harga penutupan suatu pair, setiap hari berganti dengan data OHLC harian yang baru selama market buka, begitu seterusnya. Ada banyak situs yang menyediakan data OHLC harian, namun jika kita hanya disodorkan berupa data angka, sepertinya masih sulit memahami trend visual dalam rentang waktu tertentu. Alangkah baiknya jika kita menganalisa sendiri.

Untuk menganalisa secara sederhana, berikut ini langkah-langkahnya. Buka MT4 kita, aktifkan timeframe H1, aktifkan pemisah harian atau “show period separators” dengan cara klik kanan di chart >> klik properties >> klik jendela “common” >> centang “show period separators”. Agar layar tampak bersih, grid dinonaktifkan dengan cara klik kanan di chart dan klik “grid”. Selanjutnya buat garis horizontal di candle setiap separator, itu adalah harga penutupan (close), harga penutupan itu akan menjadi harga pembukaan (open) di hari berikutnya, begitu seterusnya. Ilustrasinya seperti gambar berikut:

OHLC EU 150717

OHLC EU 160717

Dari ilustrasi diatas dapat dipahami bahwa jika harga penutupan (close) ditutup dibawah harga pembukaan (open) di hari itu, maka berarti pair tersebut melemah seperti chart EU pada tanggal 15-Juni-2017 diatas, sebaliknya jika harga penutupan (close) ditutup diatas harga pembukaan (open), maka berarti sedang menguat seperti chart EU pada tanggal 16-Juni-2017 diatas. Dengan demikian, dari kedua data OHLC harian tersebut jika disandingkan, ilustrasinya seperti gambar berikut:

Candlestick EU 15+160717

Dari ilustrasi diatas, cobalah untuk menganalisa candlestick harian ke beberapa hari sebelumnya minimal 5 (lima) candlestick harian, maka akan kita dapatkan gambaran trend selama seminggu (W1), jika chart kita zoom lebih kecil, kita akan bisa menganalisa trend lebih panjang lagi. Jika kita terbiasa dengan sudut pandang ini, maka dalam menganalisa trend harian atau mingguan akan lebih mudah. Jika hendak OP dalam suatu hari pun kita akan tahu kapan waktu yang tepat, jam berapa, apakah hari ini sudah membentuk sumbu atau ekor candle (harga high atau low) dan seterusnya. Dengan demikian, kebingungan atau bahkan kekhawatiran OP dapat dikurangi.

Demikian cara dasar menganalisa candlestick harian, semoga bisa membantu.

Kembali ke Beranda

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s