Cara Trading Sederhana dengan EMA

exponentialma

Banyaknya jenis indikator untuk trading di platform MetaTrader membuat trader harus cerdas memilih indikator mana yang tepat sesuai dengan gaya tradingnya. Jika kita memperhatikan indikator yang ada di MetaTrader 4, ada 5 (lima) kelompok indikator bawaan (default) yaitu: Trend, Oscillators, Volumes, Bill Williams dan Custom. Salah satu indikator yang populer digunakan adalah Moving Average (kelompok indikator Trend). Indikator ini sudah sangat familiar digunakan oleh mayoritas trader, namun masih ada yang belum memahami betul rahasianya. Ada 4 (empat) metode yang dapat diterapkan dari indikator MA ini yaitu: Simple, Exponential, Smoothed dan Linier Weighted, yang umum digunakan adalah Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA), namun dalam artikel ini akan dibahas rahasia dari EMA. Mengapa EMA ? karena EMA pergerakannya lebih halus daripada SMA.

Jika kita mengamati trading dengan menggunakan EMA pada dasarnya sangat sederhana, garis-garis EMA berdasarkan variasi periode bisa kita jadikan garis support atau resistence secara alamiah karena pergerakannya mengikuti arah trend candle. Namun dalam menerapkan EMA ini disarankan tidak menggunakan 1 (satu) jenis EMA saja karena dapat menyebabkan bias, disarankan setidaknya menggunakan 2 (dua) EMA dengan 2 (dua) periode yang tidak terpaut jauh, lebih baik lagi jika menggunakan 4 (empat) EMA secara berlapis. Ada beberapa tips cara menganalisa chart dengan menggunakan 4 (empat) lapis garis EMA yaitu:

  • Gunakan variasi garis EMA periode ganda (dikalikan dua) dari periode terkecil hingga ke yang terbesar, misalnya diawali dari EMA 25, EMA 50, EMA 100, EMA 200. EMA yang terkecil adalah EMA 25, cirinya EMA yang terkecil biasanya candle tidak akan jauh dari EMA ini, ketika candle menjauh, tidak akan lama lagi akan mendekat ke EMA ini. Ilustrasinya di pair EU (04/10/17) seperti gambar berikut (warna biru muda (cyan) adalah EMA 25, merah adalah EMA 50, ungu adalah EMA 100, kuning adalah EMA 200) :

variasi-garis-EMA

  • Perhatikan koordinat (kemiringan) garis EMA ketika didekati candle, terutama di garis EMA periode besar seperti EMA 100 dan EMA 200, jika garis EMA memiliki kemiringan yang cukup signifikan, ada kemungkinan ketika didekati candle, tersentuh atau tembus maka akan memantul (balik arah) jika trend lemah atau tertahan dulu sebelum berlanjut jika trend kuat, ilustrasinya seperti gambar berikut :

kemiringan-garis-EMA

  • Perhatikan penyilangan garis EMA dari yang terkecil ke garis EMA yang lebih besar. Jika EMA 25 menyilang garis EMA 50, ada kemungkinan trend berlanjut, semakin besar EMA yang menyilang, akan semakin besar penerusan trendnya, misalnya EMA 50 ke EMA 100, EMA 100 ke EMA 200. Ilustrasinya seperti gambar berikut :

penyilangan-garis-EMA

  • Perhatikan juga jam-jam trading, jika di sesi Asia, ada kemungkinan masih sideways (gerak candle melambat yang terlihat seperti menunggu didekati garis EMA terkecil), sebaliknya ketika di sesi Eropa dan Amerika ada kemungkinan terjadi trend kuat (candle bergerak cepat dan menjauh dari EMA yang terkecil). Ilustrasi sideways di sesi Asia seperti gambar berikut :

sideways-EMA

  • Lebih baik lagi garis-garis EMA ini dikombinasikan dengan garis-garis Pivot Point (PP) harian untuk menentukan titik-titik persinggahan candle. Ilustrasinya dengan garis Pivot Point harian seperti gambar berikut :

EMA-dan-pivot-point

Dari gambar diatas (pair EU di timeframe H1), sampai artikel ini ditulis sudah masuk sesi Eropa jam 13:30 (4/10/17), nampak terlihat garis EMA 25 akan menyilang keatas yaitu ke garis EMA 50 (tanda naik) namun kenaikan ini bisa gagal karena 2 (dua) sebab yaitu: 1) EMA 100 (garis ungu) yang sempat ditembus saat sesi Asia dibuka memiliki sudut kemiringan, ada kemungkinan memantul turun dulu (seperti penjelasan di nomer 2 diatas), dan 2) candle masih jauh dari garis EMA 25, ada kemungkinan candle masih tertahan dulu sampai garis EMA 25 mendekat, atau justru sebaliknya, justru candlenya yang akan mendekat turun ke garis EMA 25. Jika akhirnya naik, garis penyilangan EMA 25 ke EMA 50 akan terbentuk sempurna dan akan berlanjut naik, jika ini terjadi ada kemungkinan akan menuju garis R1 (1.17890), namun jika gagal justru akan turun menuju garis PP (1.17430). Setelah beberapa jam kemudian menjelang dibukanya sesi Amerika hasilnya seperti gambar berikut :

uptrend-EMA

Dari gambar diatas menujukkan bahwa beberapa saat setelah sesi Eropa dibuka, candle sempat berusaha turun menuju ke garis PP (ekor candle) namun akhirnya naik lagi dan tubuh candle ditutup sedikit diatas garis EMA 25, dan beberapa jam kemudian kembali naik menuju R1, indikator stochastic oscillator juga mendukung naik, hal ini berarti garis penyilangan EMA 25 ke EMA 50 terwujud dan kemungkinan terus menuju garis EMA 200 (garis kuning). Namun dikarenakan garis EMA 200 memiliki sudut kemiringan, ketika nantinya candle mendekat atau tembus ke garis tersebut, ada kemungkinan memantul lagi ke bawah jika trend naik melemah, atau tertahan dulu beberapa candle di kisaran garis EMA 200 jika trend naik cukup kuat.

Akhirnya, tentu analisa dengan menggunakan garis-garis EMA ini berlaku syarat tertentu, yaitu dengan syarat tidak termasuk efek dari news fundamental. gunakan analisa garis EMA ini ketika tidak ada jadwal news yang berarti.

Demikian trading sederhana dengan menggunakan garis EMA, semoga bisa membantu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s