Analisis Teknikal EUR/USD 11-Okt-2017

111017-EU-H4EUR/USD (EU) sejak hari Jum’at minggu lalu (06/10/17) hingga hari ini (Rabu, 11/10/17) terus menguat setelah sempat menyentuh harga terendah hari Jumat lalu yang setara dengan harga terendah di tanggal 17-Agustus-2017 dua bulan lalu. Jika kita melihat analisis trendline di timeframe D1 dan H4 terlihat bahwa EU sebenarnya masih berada di area merah (downtrend), namun saat ini pair EU ini sedang mengalami masa koreksi menguat dan berada tepat ditengah-tengah area downtrend sehingga bisa terjadi dua kemungkinan yaitu apakah berlanjut penguatan (bullish) atau justru terjadi pelemahan (bearish). Baca lebih lanjut

Iklan

Analisis Teknikal BTC/USD 07-Okt-2017

071017-BU-H4BTC/USD (BU) di akhir pekan ini sedang menguji resistence downtrend (garis merah atas) setelah hari kemarin ditutup melemah tipis di harga $4323.001. Jika kita melihat analisis trendline di timeframe H4 terlihat bahwa BU berada di area merah (downtrend) namun sedang menguji resistence downtrend (garis merah atas). Diperkirakan jika menembus garis tersebut maka uptrend pair ini akan berlanjut. Namun jika kita mengamati garis Exponential Moving Average (EMA) terlihat bahwa EMA 25 (garis biru) cenderung melandai. Sampai artikel ini ditulis di sesi Asia pagi ini candle H4 telah menyentuh garis R1 (4380.3343) dan cenderung menurun. Diperkirakan jika berlanjut maka akan menuju garis PP (4251.6677), namun jika naik, maka akan menuju R2 (4458.8677) atau menembus garis merah atas. Baca lebih lanjut

Analisis Teknikal EUR/USD 06-Okt-2017

EU-061017EUR/USD (EU) diperkirakan kembali melemah di hari Jum’at ini (06/10/17) setelah di hari sebelumnya ditutup melemah. Jika kita melihat analisis trendline di timeframe D1 terlihat bahwa EU berada di area merah (downtrend) dan telah menyentuh support downtrend (garis merah bawah). Jika kita mengamati garis Exponential Moving Average (EMA) terlihat bahwa EMA 25 (garis biru) telah berusaha mendekat atau hendak memotong EMA 50 (garis merah), candle harian juga berada diantara EMA 50 dan EMA 100 (garis ungu), diperkirakan jika turun akan mendekat ke garis EMA 100 tersebut. Adapun EMA 200 (garis kuning) masih berada jauh dibawahnya. Secara teknikal masih belum bisa diprediksi apakah akan menuju EMA 200 atau tidak, atau justru memantul keatas. Baca lebih lanjut

Cara Trading Sederhana dengan EMA

exponentialma

Banyaknya jenis indikator untuk trading di platform MetaTrader membuat trader harus cerdas memilih indikator mana yang tepat sesuai dengan gaya tradingnya. Jika kita memperhatikan indikator yang ada di MetaTrader 4, ada 5 (lima) kelompok indikator bawaan (default) yaitu: Trend, Oscillators, Volumes, Bill Williams dan Custom. Salah satu indikator yang populer digunakan adalah Moving Average (kelompok indikator Trend). Indikator ini sudah sangat familiar digunakan oleh mayoritas trader, namun masih ada yang belum memahami betul rahasianya. Ada 4 (empat) metode yang dapat diterapkan dari indikator MA ini yaitu: Simple, Exponential, Smoothed dan Linier Weighted, yang umum digunakan adalah Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA), namun dalam artikel ini akan dibahas rahasia dari EMA. Mengapa EMA ? karena EMA pergerakannya lebih halus daripada SMA. Baca lebih lanjut

Cara Menggandakan MetaTrader 4

metatrader4

Bagi seorang trader yang bukan newbie lagi, dalam perkembangan tradingnya biasanya mulai mencoba memilih berbagai jenis akun dari satu broker, tujuannya terkadang untuk membandingkan sebaran (spread) mana yang menguntungkan sesuai dengan gaya tradingnya agar diperoleh profit yang maksimal. Ada juga tujuan lain untuk manajemen resiko yaitu dengan maksud satu akun trading untuk satu jenis pair, bahkan ada juga satu akun untuk trading manual sedangkan akun lain untuk trading dengan robot (expert advisor). Namun ketika trader telah membuka bermacam jenis akun dari satu broker, biasanya akan menjumpai ketidakpraktisan ketika hendak membuka akun-akun tersebut karena harus logout terlebih dahulu sebelum login ke akun lainnya.   Baca lebih lanjut

Cara Dasar Menganalisa Candlestick

candlestick

Ada sebagian trader yang hanya setia mengamati candlestick dengan timeframe sempit seperti M1 hingga M30, sehingga sering mengalami kesulitan membaca arah trend harian padahal ada timeframe yang lebih besar yaitu H1 hingga D1 plus W1 dan MN, jika terbiasa mengamati timeframe besar akan lebih mudah membaca arah trend. Bagi scalper, memang timeframe M1 hingga M30 sangat penting terutama untuk entry point agar diperoleh profit yang maksimal, namun mengetahui arah trend dengan timeframe besar lebih penting agar kita tidak salah OP. Sempitnya sudut pandang ini menyebabkan kebingungan trader dengan menanyakan: OP apa yang tepat hari ini, buy atau sell? Memang tidak mudah menjawabnya, namun jika kita terbiasa mengamati TF besar, pertanyaan itu lebih mudah dijawab. Lalu bagaimana cara menganalisa candlestick? Baca lebih lanjut

Cara Membaca Stochastic Divergence

stochastic-divergenceSebenarnya ada 2 (dua) tipikal trader yaitu trader yang suka mengikuti arus trend, dan trader yang suka menunggu pembalikan trend. Trader yang suka mengikuti arus trend biasanya mengambil sedikit pips tapi rutin OP. Sedangkan trader yang suka menunggu pembalikan trend biasanya menunggu market jenuh (buy atau sell) agar bisa OP sedini mungkin untuk mencari pips besar. Oleh karena itu ada istilah SOER (sell on every rise) dan BOED (buy on every down), istilah ini cocok untuk trader yang suka menunggu pembalikan trend. Pola divergence pada dasarnya dapat dijadikan acuan bagi yang suka menunggu pembalikan trend tapi bisa juga untuk yang suka mengikuti arus trend. Baca lebih lanjut

Cara Sederhana Membaca Arah Trend

trend-lines

Trend market merupakan bagian yang sangat penting dalam dunia forex karena dapat dijadikan dasar bagi trader sebelum OP. Trend market merupakan indikasi pergerakan suatu harga dalam rentang waktu (timeframe) tertentu. Dalam rentang waktu tersebut jika ditarik suatu garis besar, umumnya harga bergerak dalam satu arah. Jika garis cenderung keatas berarti trend harga sedang naik, dari acuan ini bisa dijadikan dasar untuk OP buy, dan sebaliknya. Dalam membaca arah trend suatu pair di MT4, pada dasarnya kita bisa menggunakan cara sederhana, yaitu dengan cara menarik garis trend. Berikut ini beberapa cara yang dapat diterapkan berikut analisisnya.  Baca lebih lanjut

Cara Menerapkan Strategi Martingale

forex-martingale-strategy

Bagi kebanyakan trader, salah mengambil posisi (buy atau sell) terhadap suatu pair merupakan hal yang sering terjadi meskipun sudah diprediksi dan dianalisis dengan berbagai cara dan sangat matang, hal ini disebabkan adanya tarik ulur antara buyer dan seller di market yang menyebabkan arah pergerakan suatu pair menjadi berubah sehingga trend yang sebelumnya misalnya diperkirakan naik kemudian tiba-tiba turun di luar prediksi trader. Pada dasarnya kesalahan OP ini dapat diselesaikan dengan baik yaitu dengan menerapkan strategi Martingale, namun cara ini harus dilakukan secara cermat dan hati-hati karena dapat berakibat fatal (margin call) jika salah dalam melakukan perhitungan. Baca lebih lanjut

Cara Membaca Indikator Parabolic SAR

parabolic-sar

Indikator Parabolic SAR merupakan salah satu indikator populer yang banyak digunakan oleh trader, terutama scalper trader, karena keunggulan dari indikator ini dapat menentukan kapan suatu trend itu akan berhenti, baik berhenti sementara maupun berhenti tidak sementara karena akan balik arah. Indikator ini sering dijadikan entry point membuka posisi. Indikator ini berbentuk titik-titik diatas dan dibawah candle dimana default setting MT4 dengan parameter step 0.02 maximum 0.2. Secara sederhana, jika titik SAR berada di bawah merupakan signal buy, sedangkan jika di atas merupakan signal sell. Namun signal ini tidak selamanya tepat, lalu bagaimana cara yang tepat dalam membacanya ? Baca lebih lanjut